Pemain Ini Mendapat Hukuman Larangan Seumur Hidup

Pemain Ini Mendapat Hukuman Larangan Seumur Hidup. Bek Korea Selatan, Jang Hyun-soo telah menerima hukuman berupa larangan bermain seumur hidup untuk bermain di tim nasional serta denda sebesar 30 juta won atau sekitar Rp. 400 juta setelah ditemukan bahwa ia telah memalsukan catatan yang berkaitan dengan pembebasan wajib militernya (wamil).

 

Semua pria Korea Selatan yang bertubuh fit harus menyelesaikan sekitar dua tahun wamil sebagai bagian dari upaya atas pertahanan melawan Korea Utara tetapi bagi atlet dapat memperoleh pengecualian dengan memenangkan medali di Olimpiade atau medali emas di Asian Games.

 

Sebagai bagian dari kondisi pengecualian, atlet harus menjalani pelatihan militer dasar selama empat minggu dan melakukan lebih dari 500 jam layanan publik selama periode tiga tahun.

 

Jang, yang memiliki 58 penampilan dan merupakan bagian dari tim yang memenangkan medali emas di Asian Games 2014 di Incheon, telah mengaku menyerahkan catatan palsu yang merinci berapa jam layanan publik yang telah ia laksanakan.

 

Asosiasi Sepakbola Korea (KFA) melakukan pertemuan pada hari Kamis kemarin untuk memutuskan bagaimana menghukum pemain berusia 27 tahun tersebut, yang bermain di ketiga pertandingan Korea di Piala Dunia di Rusia. “Jang telah didiskualifikasi secara permanen dari bermain untuk tim nasional dan telah didenda 30 juta won,” kata seorang juru bicara KFA. Kementerian Olahraga Korsel juga telah memberi Jang lima hari tambahan dalam pelayanan wajibnya.

 

Jang sendiri telah meminta maaf pada hari Senin kemarin dan mengatakan dia akan melakukan layanan publik yang diwajibkan. “Saya meminta maaf telah mengecewakan semua orang atas masalah yang memalukan ini,” katanya seperti dikutip situs web resmi KFA.

 

Masalah pengecualian militer telah berada di bawah fokus utama dalam beberapa bulan terakhir. Insentif ini telah diperkenalkan pada tahun 1970-an sebagai bagian dari keinginan Seoul untuk menjadi kekuatan olahraga dunia dan meningkatkan profilnya di panggung global tetapi telah mengundang kritik dalam beberapa tahun terakhir karena negara itu menyeimbangkan prioritasnya.

 

Agen Judi Bola Online – Beberapa menyerukan agar sistem pembebasan dihapuskan, mempertanyakan kewajarannya di era dimana publik Korea Selatan merindukan mengakhiri hak istimewa dan keuntungan yang tidak seimbang di semua lapisan masyarakat.

 

Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min adalah atlet berprofil tinggi terbaru untuk memenangkan pengecualian tersebut setelah ia memimpin Korea Selatan meraih emas di Asian Games di Jakarta pada bulan September kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *