Sanksi Persib Akan Diumumkan Pekan Depan Oleh Komdis PSSI

Sanksi Persib Akan Diumumkan Pekan Depan Oleh Komdis PSSI. Tim investigasi PSSI tampak masih bekerja untuk menyelidiki kasus meninggalnya salah satu suporter Persija Jakarta. Kemungkinan besar keputusan pemberian sanksi tersebut akan diumumkan pekan depan menurut kabar yang beredar.

 

Seperti diketahui, Haringga Sirila merenggang nyawa dikeroyok oleh oknum Bobotoh menjelang pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dimana Haringga mengalami luka parah di bagian kepalanya.

 

PSSI sendiri telah memutuskan untuk menghentikan kompetisi sementara waktu, sambil melakukan investigasi pengumpulan fakta di lapangan. PSSI berjanji akan memberikan sanksi tegas agar tercipta efek jera.

 

Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husin menjelaskan bahwa tim investigasi masih bekerja mencari kebenaran agar hukuman yang dikeluarkan tepat dan akurat dan menurutnya keputusannya akan diumumkan segera.

 

“Awal minggu ini kami sudah memutuskan sanksi apa yang diberikan kepada Persib. Investigasi masih dilakukan PSSI. Jadi awal pekan depan akan kami putuskan,” ujar Umar di salah satu acara diskusi sepakbola di Jakarta, Sabtu kemarin. Ia menilai perlunya pembinaan kepada suporter yang dilakukan oleh klub masing-masing dan menganggap Persija telah menunjukkan perbaikan.

 

“Persib Persija itu sebetulnya bukan hal baru. Awalnya konflik pribadi dulu The Jak tidak banyak lalu jadi virus di kalangan The Jak dan Viking. Persib pernah disanksi lima kali tanding home tanpa penonton. Kemarin juga belum tahu penyebabnya apa. Minggu depan akan kami putuskan,” papar Umar.

 

“Ada empat kesebelasan punya fans fanatik semua di Jawa. Persija menunjukan tanda perbaikan pada pembinaan suporternya karena sampai sekarang belum terdengar lagi ada kasus dari Persija,” lanjutnya kepada agen dadu.

 

Umar juga menilai perlunya sanksi individu kepada pelaku yang melakukan kekerasan. Salah satu hukumannya adalah suporter tersebut tak boleh masuk ke stadion dengan waktu yang ditentukan.

 

“Sanksi individu turut dibutuhkan. Misalkan di luar negeri suporter yang memiliki catatan kriminal pernah bunuh atau keroyok suporter lain itu tidak boleh lagi masuk stadion dan itu harusnya ada proses screening wajah. Dan di PSSI ada di statutanya tinggal pemerintah harus memfasilitasi itu,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *