James Rodriguez Ngamuk Lihat Bayern Munich Kalah

James Rodriguez Ngamuk Lihat Bayern Munich Kalah. Pungawa dari Bayern Munich, James Rodriguez tak bisa lagi menyembunyikan rasa frustrasinya setelah timnya kembali menelan kekalahan. Eks pemain Real Madrid ini, dikabarkan telah marah-marah di ruang ganti.

 

Bayern Munich yang menjamu Borussia Moenchengladbach di Allianz Arena, Sabtu (6/10/2018), secara mengejutkan takluk 3-0 dari tim tamu. Die roten julukan dari Bayern Munich harus tertinggal dua gol dalam kurun waktu cepat melalui gol Alassane Plea dan Lars Stindl, Patrick Hermann makin melengkapi penderitaan tuan rumah dengan gol nya dimenit-menit akhir pertandingan.

 

Dengan kekalahan ini pun, Bayern Munich telah puasa kemenangan dalam empat pertandingan terakhirnya. Sejak terakhir meraih kemenangan atas Schalke 2-0, Die Roten belum pernah lagi meraih kemenangan apapun lagi.

 

Menurut laporan Bild pun, kekalahan ini pun membuat James Rodriguez sangat mengamuk di ruang ganti yang ditujukan kepada pelatih Niko Kovac, yang saat itu tidak berada diruang ganti tim. Eks pemain Real Madrid ini tidak habis pikir dengan strategi dan rotasi tim yang diterapkan langsung olehy Kovac.

 

Bundesliga musim ini, james Rodriguez baru tiga kali diberikan kepercayaan untuk tampil sebagai starter dalam enam penampilan. Hal ini pun menjadi penyebab Rodriguez sangat marah dan sempat meneriakkan kata “Kita Bukan Frankfurt” merujuk pada bekas klub lama yang dilatih oleh Kovac.

 

Selain dari itu juga, James Rodriguez diklaim akan menyatakan kepada Kovac terkait keinginan nya untuk hengkang. Padahal pun, Rodriguez pernah mengungkapkan keinginan untuk bertahan lebih lama bersama klub asal Jerman tersebut.

 

Dengan kemarahan James Rodriguez pun telah menandai adanya krisis kepercayaan pemain terhadap sang pelatih. Banyak pemain yang diyakini tidak begitu senang dengan kebijakan yang telah diterapkan Kovac.

 

Selain itu juga, suksesor dari Jupp Heynckes ini juga dikritik karena tidak bisa menguasai bahasa Jerman dan berkali-kali berbicara dalam bahasa Kroasia dengan asisten yang merupakan saudaranya, Robert Kovac dan pelatih kiper Toni Tapalovic serta direktur olahraga klub Hasan Salihamidzic.

 

Banyak pemain yang tidak begitu menyukai konsep penyerangan pelatih yang tidak jelas. Padahal pelatih terdahulu selalu mengusung filosofi menyerang, sedangkan Kovac lebih menyukai tim fokus untuk bertahan.

 

Rotasi yang sering dilakukan Kovac pun menjadi keretakan hubungan dengan para pemain. Banyak dari mereka yang tidak paham mengapa mesti harus duduk dibangku cadangan, padahal tampil impresif dilaga sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *