Menjadi Penyelenggara Piala Dunia Itu Tidak Penting

Menjadi Penyelenggara Piala Dunia Itu Tidak Penting. Chappy Hakim, yang dikenal sebagai mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, mengatakan jika rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia tidaklah begitu penting. Bagi dia, Indonesia lebih baik memikirkan cara untuk memiliki sebuah tim yang solid dan berkualitas terlebih dahulu.

 

Menurut tokoh militer Indonesia ini, menggelar Piala Dunia adalah sesuatu yang lebih mudah dibandingkan membangun sebuah kesebelasan yang matang karena tim yang berkualitas adalah sesuatu yang paling prioritas bagi persepakbolaan Indonesia.

 

“Kalau bagi saya menjadi penyelenggara itu tidak begitu penting, kalau dibandingkan dengan memiliki kesebelasan yang berkualitas. Bagi saya, Itu jauh lebih prioritas daripada menjadi tuan rumah,” tutur Chappy.

 

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara tersebut menjelaskan jika Indonesia harus memiliki sebuah kesebelasan yang keren terlebih dahulu sebelum menggelar Piala Dunia. Jika tidak memiliki tim yang bagus, maka Indonesia hanya menjadi tim pelengkap dalam turnamen yang selalu digelar di setiap empat tahun tersebut.

 

“Kita harus punya tim yang keren dulu dong, baru (menjadi) tuan rumah. Memiliki tim berkualitas yang dapat berbicara dipanggung internasional itu yang sebenarnya menjadi taruhan martabat bangsa.”

 

Chappy juga baru-baru ini memberikan komentar mengenai permalasahan mendasar di sepakbola Indonesia dimana dia ungkapkan setelah melihat beberapa kegagalan yang dialami oleh timnas Indonesia. Menurut dia, ada dua permasalahan mendasar yang menghambat persepakbolaan Indonesia.

 

Karena menurut Chappy, kompetisi secara konsisten itu sangat dibutuhkan untuk menghasilkan kesebelasan yang berkualitas. Dia menjelaskan jika permainan tim sangat penting daripada hanya menonjolkan satu pemain saja.

 

Terbukti pada Piala Dunia 2018 lalu, dimana dua sosok superstar Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi harus mengemas koper dari Rusia. Menurut Chappy, artinya, kekuatan sebuah kesebelasaan itu sangat tergantung pada kerja sama sebuah tim.

 

Chappy menjelaskan untuk membangun sebuah tim itu tidak memakan waktu pendek. Karena kesebelasan harus menyatu dan mengenal baik antara satu pemain dengan pemain lain.

 

“Kita tidak bisa membangun sebuah tim dua-tiga bulan atau satu-dua tahun. Para pemain harus senyawa dan harus menghayati sebagai sebuah kesatuan. Dengan begitu, baru kita bisa memiliki satu kesebelasan yang mempunyai kualitas”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *