Pemain Thailand Yang Didatangkan Manchester City Pada Tahun 2007

Pemain Thailand Yang Didatangkan Manchester City Pada Tahun 2007. Kembali ke tahun 2007 ketika Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri Thailand, yang menargetkan pendominasian dunia setelah membeli Manchester City. Shinawatra mempekerjakan Sven-Goran Eriksson untuk menangani tim dan mendanai penandatanganan sejumlah pemain, termasuk Elano, Rolando Bianchi, dan Geovanni.

 

“Inti dari tujuan saya untuk tim ini adalah sebuah keambisiusan, untuk mengamankan posisi Manchester City sebagai salah satu merek sepakbola terbesar di dunia,” kata Shinawatra. Namun dia bertahan sedikit lebih dari setahun sebelum menjual klub tersebut ke Sheikh Mansour.

 

Fondasi diletakkan untuk Manchester City untuk menantang gelar Liga Primer, tetapi itu tidak pernah terjadi di bawah sayap Shinawatra. “Dia tidak mengerti sepakbola, dia tidak tahu apa-apa,” kata Eriksson pada tahun 2011. “Dia pikir dengan mengalahkan Manchester United dua kali dalam satu tahun adalah normal.”

 

Man City telah menghabiskan lebih dari £40 juta pada musim panas 2007, tetapi banyak pendukung tidak pernah mendengar tentang tiga pemain Thailand yang di datangkan ke klub itu.

 

Alasan mengapa mereka tidak pernah dikenal, setelah 11 tahun sejak penandatanganan, adalah karena tidak pernah muncul dalam pertandingan kompetitif atau bahkan tidak memenuhi izin kerja di Inggris.

 

Mereka adalah Teerasil Dangda, Kiatprawut Saiwaeo dan Suree Sukha. Trio ini hanya tampil satu kali penampilan, masing-masing, bermain dalam pertandingan persahabatan pasca-musim melawan All-Stars XI Liga Thailand, sebelum mereka kembali ke Thailand.

 

Teerasil Dangda adalah yang paling sukses dari ketiganya. City mengirim penyerang ini dengan status pinjaman ke Grasshoppers, dimana ia hanya dianggap cukup bagus untuk bermain bagi tim cadangan, sebelum ia kembali ke Thailand bersama Raj Pracha. Dangda kemudian bergabung dengan Muangthong United pada tahun 2009. Saat ini dia adalah kapten tim nasional Thailand, setelah mencetak 42 gol dalam 94 penampilan, dan dipinjamkan ke Sanfrecce Hiroshima di Liga J1 Jepang.

 

Kiatprawut Saiwaeo dengan sedih dipaksa untuk pensiun tahun ini pada usia 32 tahun karena masalah lutut yang kronis. Bek tengah itu sempat dipinjamkan ke Club Brugge pada tahun 2008 tetapi tidak berhasil naik pangkat dan bebaskan oleh Citizens pada tahun 2008 dan dia kembali ke Thailand, di mana dia bermain untuk Chonburi dua tahun, Chiangrai United dan Police Tero.

 

Sama seperti Dangda, Sukha bergabung dengan Grasshoppers dengan status pinjaman segera setelah menandatangani kontrak dengan Man City. Sukha juga tidak berhasil membuat penampilan tim utama untuk tim Swiss tersebut. Bek sayap itu mengikuti jejak Saiwaeo ke Chonburi, dimana ia tampil sebanyak 115 penampilan, dan kemudian bergabung dengan Buriram United.

 

Sukha menyangkal bahwa ketiga pemain yang bergabung dengan Man City karena atas dasar alasan politik. “Saya percaya pada diri sendiri, saya percaya saya bisa mewujudkannya, ini tidak ada hubungannya dengan politik,” kata Sukha. Namun mengingat bagaimana karir mereka muncul di Inggris, sulit untuk tidak memahami bahwa City tidak pernah benar-benar memiliki rencana untuk mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *